Minggu, 27 Juli 2025
10 ILMUWAN MUSLIM YG DIHAPUS BARAT DARI SEJARAH DUNIA, PENEMUAN MEREKA MEREKA MENGUBAH DUNIA DI TIRU DAN DI KLAIM DARI BARAT
Dalam catatan sejarah yang diajarkan di sekolah-sekolah Barat, kita sering mendengar nama Galileo, Newton, atau Einstein sebagai pionir ilmu pengetahuan… Tapi tahukah Anda… ratusan tahun sebelum mereka… sudah ada ilmuwan-ilmuwan Muslim yang menemukan dasar-dasar ilmu modern?"
"Mereka yang menemukan aljabar, optik, hingga mesin robot pertama di dunia. Namun… banyak dari nama mereka sengaja dikaburkan… disembunyikan… bahkan dihapus dari buku sejarah Barat!"
(visual: potongan gambar manuskrip kuno Arab, laboratorium tua, dan transisi ke wajah-wajah ilmuwan Muslim)
banyak ilmuwan Muslim berpengaruh yang jasanya “dikaburkan” atau tidak terlalu diangkat oleh Barat, meskipun penemuannya menjadi pondasi ilmu pengetahuan modern. Dalam sejarah, ilmuwan Muslim di masa Keemasan Islam (abad 8–15 M) sering kali hanya disebut sekilas atau bahkan penemuannya diklaim oleh ilmuwan Eropa pada era Renaisans.
Berikut daftar ilmuwan Muslim yang kontribusinya sangat besar, tetapi “disembunyikan” atau kurang diakui oleh Barat:
1. Al-Khwarizmi (780–850 M)
Sang Bapak Matematika Modern, Al-Khwarizmi (780–850 M), seorang ilmuwan Muslim asal Khwarezm (sekarang Uzbekistan), adalah “Bapak Aljabar” dan salah satu ilmuwan paling berpengaruh dalam sejarah sains dan matematika.
Mengubah Dunia dengan:
Aljabar & Algoritma (kata "algorithm" berasal dari namanya).
Memperkenalkan angka 0 dan sistem desimal ke dunia Barat.
Namun, perannya sering kali dikaburkan atau diminimalkan dalam narasi sejarah Barat. Ada beberapa alasan mengapa hal ini terjadi:
Mengapa Dikaburkan?
Karya-karya Al-Khwarizmi diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12 oleh para sarjana Eropa, seperti Gerard dari Cremona.
Nama Al-Khwarizmi dalam bahasa Latin diubah menjadi “Algoritmi”, yang kemudian melahirkan kata modern “algorithm” (algoritma).
Kata “Aljabar” juga diambil dari bukunya “Al-Kitab al-Mukhtasar fi Hisab al-Jabr wal-Muqabala”.
Namun, seiring waktu, banyak ilmuwan Eropa hanya menyebut istilah “aljabar” tanpa mengaitkannya lagi dengan penemunya.
2. Ibnu Sina (Avicenna) (980–1037 M)
Mengubah Dunia dengan:
Canon of Medicine menjadi buku pegangan kedokteran Eropa 600 tahun.
Penjelasan tentang penyakit menular, bedah, dan farmasi modern.
Mengapa Dikaburkan?
Saat karyanya diterjemahkan ke bahasa Latin pada abad ke-12, nama “Ibnu Sina” diubah menjadi “Avicenna”, bentuk Latinisasi yang terdengar lebih “Eropa”.
Akibatnya, generasi ilmuwan Eropa dan masyarakat modern lebih mengenal “Avicenna” daripada “Ibnu Sina”, seolah-olah ia ilmuwan Barat, bukan Muslim.
Proses ini disengaja untuk memisahkan identitas keislaman dari ilmunya, sehingga tidak diingat sebagai tokoh peradaban Islam.
3. Ibnu al-Haytham (Alhazen) (965–1040 M)
Mengubah Dunia dengan:
Dasar Optik Modern dan prinsip kamera.
Mengapa Dikaburkan?
Saat karyanya diterjemahkan ke bahasa Latin pada abad ke-12, nama “Al-Hasan Ibn al-Haytham” diubah menjadi “Alhazen”.
Nama ini sengaja disesuaikan dengan fonetik Latin sehingga terdengar seperti nama ilmuwan Eropa.
Akibatnya, banyak orang modern yang tidak sadar bahwa “Alhazen” adalah seorang ilmuwan Muslim dari Basra (Irak).
Ibnu al-Haytham adalah ilmuwan pertama yang menerapkan metode ilmiah eksperimental secara sistematis, jauh sebelum Francis Bacon atau Galileo.
Namun, buku-buku sejarah Barat lebih sering menyebut Galileo sebagai “Bapak Metode Ilmiah”, sedangkan Ibnu al-Haytham hanya disebut sekilas, atau bahkan tidak sama sekali.
4. Jabir Ibnu Hayyan (Geber) (721–815 M)
Mengubah Dunia dengan:
Ilmu Kimia Modern (disebut “Bapak Kimia”).
Menemukan distilasi, kristalisasi, dan asam kuat.
Mengapa Dikaburkan?
Saat karyanya diterjemahkan ke bahasa Latin pada abad pertengahan, namanya diubah menjadi “Geber”, sehingga terdengar seperti nama ilmuwan Eropa.
Hal ini membuat banyak orang modern mengira Geber adalah ilmuwan Barat, bukan ilmuwan Muslim dari Kufah, Irak.
Bahkan hingga kini, sebagian buku kimia di Barat hanya menyebut “Geberian Chemistry” tanpa menegaskan bahwa itu adalah karya ilmuwan Muslim. Namun, dalam buku-buku kimia modern, penemuan ini sering diklaim sebagai kontribusi ilmuwan Eropa seperti Lavoisier, padahal Jabir sudah menemukannya 800 tahun lebih awal. Karya-karya kimia Jabir diterjemahkan dan diajarkan di universitas Eropa, tetapi identitasnya sengaja dihilangkan atau hanya disebut samar sebagai “Geber”.
5. Al-Zahrawi (Abulcasis) (936–1013 M)
Mengubah Dunia dengan:
Bapak Bedah Modern, penemu alat bedah dan benang catgut.
Mengapa Dikaburkan?
Nama Latin ini terdengar seperti nama orang Eropa sehingga banyak generasi setelahnya tidak sadar bahwa ia adalah ilmuwan Muslim dari Andalusia (Spanyol Muslim). Al-Zahrawi menulis Al-Tasrif, ensiklopedia kedokteran yang menjadi buku ajar bedah utama di universitas Eropa selama 500 tahun.
Ia menemukan dan menggambar lebih dari 200 alat bedah modern:
✅ Gunting bedah
✅ Jarum jahit dalam operasi
✅ Alat untuk melahirkan bayi sungsang
Namun, buku-buku kedokteran modern jarang menyebut Al-Zahrawi. Banyak teknik bedah yang ia temukan diklaim ulang oleh dokter Eropa abad ke-16–18.
6. Abbas Ibnu Firnas (810–887 M)
Mengubah Dunia dengan:
Percobaan terbang pertama di dunia dengan alat mirip sayap burung.
Mengapa Dikaburkan?
adalah ilmuwan, insinyur, dan penemu Muslim dari Andalusia (Spanyol Muslim) yang dikenal sebagai pelopor penerbangan pertama di dunia. Namun, namanya jarang disebut dalam sejarah penerbangan modern dan sering dikaburkan dalam narasi Barat. Berikut alasannya:
1. Penerbangan Modern Diklaim Sebagai Penemuan Barat
Abbas Ibnu Firnas melakukan percobaan terbang pertama dengan glider pada abad ke-9, sekitar 1.000 tahun sebelum Wright bersaudara (1903).
Ia merancang pakaian bersayap dari sutra dan bulu, lalu terbang sejauh ratusan meter di kota Cordoba.
Namun dalam buku sejarah Barat, pionir penerbangan selalu disebut Wright bersaudara atau Leonardo da Vinci (yang baru membuat sketsa, bukan terbang).
Mengakui Ibnu Firnas berarti mengakui bahwa konsep penerbangan sudah ada jauh sebelum Eropa memulainya.
7. Al-Jazari (1136–1206 M)
"Jauh sebelum era robot Jepang atau mesin canggih Eropa… seorang insinyur Muslim bernama Al-Jazari sudah menciptakan mesin otomatis, jam air raksasa, bahkan robot pelayan. Ia adalah bapak robotika sejati. Al-Jazari menulis “Kitab fi Ma’rifat al-Hiyal al-Handasiyya” (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices) yang berisi 100 lebih desain mesin otomatis, termasuk:
✅ Jam air otomatis
✅ Robot pelayan yang bisa menuangkan minuman
✅ Pompa air bertekanan
✅ Mekanisme engkol dan piston – yang menjadi dasar mesin modern
Namun, dalam sejarah teknologi Barat, mekanika modern dikaitkan dengan Leonardo da Vinci atau insinyur Eropa abad ke-15, padahal Al-Jazari sudah membuat mesin 300 tahun sebelumnya.
(visual: animasi jam gajah Al-Jazari bergerak, berubah ke robot modern)
8. Al-Biruni (973–1048 M)
Dan inilah Al-Biruni… ilmuwan yang mengukur keliling bumi dengan akurasi luar biasa, ratusan tahun sebelum Galileo dan Copernicus. Dialah yang pertama kali menjelaskan bahwa bumi berputar pada porosnya. Tapi… siapa yang kita kenal hari ini? Copernicus, Galileo… sementara nama Al-Biruni tenggelam dalam catatan sejarah."
Sejarah astronomi lebih sering menyanjung Copernicus dan Galileo, padahal Al-Biruni sudah lebih dulu membahasnya. Al-Biruni sudah menghitung keliling bumi dengan akurasi hampir sempurna (hanya selisih ±16,8 km dari perhitungan modern).
Ia menyatakan bahwa bumi berputar pada porosnya ratusan tahun sebelum Copernicus.
Ia juga menduga kemungkinan adanya benua lain di seberang Samudera Atlantik, jauh sebelum Columbus menemukan Amerika. Sejak dunia Islam melemah dan Eropa memasuki masa kolonialisme, narasi keilmuan dikendalikan oleh Barat.
Mengakui kehebatan ilmuwan Muslim seperti Al-Biruni akan mengguncang citra peradaban Eropa sebagai pusat sains modern.
9. Taqi al-Din (1526–1585 M)
Taqi al-Din Muhammad ibn Ma'ruf (1526–1585 M) adalah ilmuwan, insinyur, dan astronom besar dari Kesultanan Utsmaniyah (Turki Ottoman). Ia dijuluki “Da Vinci dari Dunia Islam” oleh sejarawan modern karena keahliannya di berbagai bidang: astronomi, teknik mesin, fisika, dan optik. Namun, namanya jarang disebut dalam sejarah sains Barat.
Penemuannya Terlalu Maju untuk Zamannya, tapi Tidak Diakui Barat
Taqi al-Din membuat jam mekanik dengan akurasi detik pada 1559, lebih presisi daripada jam Galileo (yang baru muncul 50 tahun kemudian).
Ia membangun observatorium astronomi terbesar di dunia pada masanya (Observatorium Istanbul, 1577) yang lebih canggih dibanding Observatorium Tycho Brahe di Denmark.
Ia menulis “Al-Turuq al-Samiyya”, buku yang memuat metode perhitungan posisi bintang lebih akurat daripada perhitungan astronom Eropa waktu itu.
Namun, di buku-buku sejarah sains, nama Tycho Brahe, Copernicus, dan Kepler lebih diutamakan, padahal mereka banyak terinspirasi oleh metode ilmuwan Muslim sebelumnya.
10. Fakhr al-Din al-Razi (1149–1209 M)
Mengubah Dunia dengan:
Teori multiverse dalam tafsir Qur’an dan filsafat sains.
Mengapa Dikaburkan?
Fakhr al-Din al-Razi (1149–1209 M) adalah seorang ulama, filsuf, dan ilmuwan Muslim besar pada era keemasan Islam. Ia dikenal sebagai ahli teologi, filsafat, astronomi, kedokteran, hingga psikologi, serta salah satu cendekiawan Muslim pertama yang mengkritik pandangan kosmologi Aristoteles dan mendukung teori multiverse (alam semesta majemuk). Namun, namanya jarang sekali disebut dalam sejarah sains Barat.
1. Pemikiran Kosmologi yang Mendahului Sains Modern Diabaikan
Dalam tafsirnya "Mafatih al-Ghaib", al-Razi menulis kemungkinan bahwa ada banyak dunia selain bumi – suatu pemikiran yang mirip dengan konsep multiverse modern.Ia juga menolak pandangan Aristoteles yang menyatakan alam semesta kekal, dan mendukung konsep bahwa alam semesta diciptakan dan memiliki awal – sesuatu yang baru dibuktikan ilmiah pada abad ke-20 lewat Teori Big Bang.
Namun, Barat jarang mengutip al-Razi karena teori kosmologi modern diklaim lahir dari pemikiran ilmuwan Barat seperti Giordano Bruno atau Stephen Hawking.
Mengapa Ilmuwan Muslim Banyak Dikaburkan?
Sejarah ditulis oleh para pemenang. Dan ketika Eropa bangkit di era Renaisans, dan kejayaan islam meredup nama-nama besar ilmuwan Muslim perlahan memudar… karya mereka diterjemahkan ke bahasa Latin… dan banyak yang sengaja dihilangkan nama aslinya."
"Namun… kebenaran tak bisa dihapus. Ilmuwan-ilmuwan Muslim inilah yang meletakkan fondasi bagi dunia modern yang kita nikmati saat ini."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar